Recent Blog Post

Archive for Juli 2016



  • TUGAS
    “LPTK DI INDONESIA MENYONGSONG ERA MEA”


    Disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
    syarat-syarat Mata Kuliah Seminar Pendidikan Akuntansi

    Nama Kelompok :
    Lailia Nur Chasanah            A210130137              
    Alfiatun Nuraini                    A210130156             


    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
    2016
    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang Masalah
     Pendidikan merupakan salah satu peran penting bagi suatu bangsa hal ini berkaitan dengan perkembangan dan kemajuan suatu negara. Kemajuan Indonesia dipengaruhi oleh tingkat mutu pendidikan, terlebih untuk menghadapi era globalisasi dan industrialisasi yang terus berkembang maka diperlukan sumber daya yang berkualitas dalam mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, kreatif dan inovatif serta berkepribadian. Semuanya itu hanya dapat dicapai melalui jalur pendidikan.

    Dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa:
    Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratif serta bertanggungjawab.

    Salah satu faktor penting dalam mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional adalah guru profesional.Sejak dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada awal tahun 2016, faktanya Indonesia belum sepenuhnya siap mengahadapi MEA.MEA adalah sebuah integrasi ekonomiASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini.

    Pada tahun 2016 kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Pasar Ekonomi ASEAN mulai berlaku. Kesepakatan ini tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tapi juga sektor-sektor lainnya. Tak terkecuali “pendidikan” sebagai modal membangun sumber daya manusia yang kompetitif (kompas, 11 Maret 2016). Era perdagangan bebas ASEAN, harus disambut oleh dunia pendidikan dengan cepat, agar sumber daya manusia Indonesia siap menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan negara-negara lain.

    Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) merupakan lembaga yang berusaha menghasilkan lulusan guru yang berkualitas.Harapan terbentuknya LPTK yaitu dengan menciptakan tenaga pendidik yang professional untuk mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia. Pendidik harus mampu menguasai dan memenuhi ketiga komponen trilogi profesi, yaitu komponen dasar keilmuan, komponen substansi profesi dan komponen praktik profesi.

    Pendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam pola kehidupan insani tertentu. Tujuh puluh satu tahun Indonesia merdeka namun apa buah manis pendidikan kita? (Siswandari,pemaparan , 2 Februari 2016). Masalah pendidikan di Indonesia berupa ketidakpastian dalam menghadapi MEA. LPTK saat ini masih sebatas lembaga untuk mencetak guru akan tetapi bukan sebagai peningkat kualitas profesionalisme guru. Guru sebagai tonggak untuk mendukung jalannya suatu pendidikan dan peran guru sangat penting dalam menciptakan peserta didik yang cerdas, terampil, bermoral dan berpengetahuan luas (Kendari Pos, 11 Maret 2016)

    Pendidikan di Indonesia mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan serta keterampilan yang memadai, maka lulusan pendidikan Indonesia akan memiliki rasa percaya diri serta motivasi yang tinggi untuk mengembangkan diri secara optimal, sehingga dapat diyakini bahwa Indonesia mampu bersaing secara global dan mampu menghadapi MEA yang sudah dimulai 2016.

    Bertolak dari paparan diatas dengan tema LPTK di Indonesia dalam menyongsong era MEA, maka penulis memfokuskan tentang “PENINGKATAN KUALITAS GURU.”

                B.   Rumusan masalah
    1.      Apa alasan Pemerintah dalam mendirikan LPTK.
    2.      Apa peran LPTK dalam mencetak tenaga pendidik.
    3.      Bagaimana permasalahan dan solusi LPTK  dalam peningkatan calon tenaga pendidik serta peran pemerintah untuk mengoptimalkan pendidikan dalam Era MEA

           C.    Tujuan
    1.      Untuk mengetahui alasan Pemerintah dalam mendirikan LPTK.
    2.      Untuk mengetahui peran LPTK dalam mencetak tenaga pendidik.
    3.      Untuk mengetahui permasalahan dan solusi LPTK dalam peningkatan calon tenaga pendidik serta peran pemerintah untuk mengoptimalkan pendidikan dalam Era MEA








    BAB II
    PEMBAHASAN

        A.    Alasan Pemerintah dalam mendirikan LPTK
     Menurut Sudarmawan (2010:16) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan adalah suatu lembaga pendidikan tinggi kependidikan untuk menghasilkan guru yang cerdas dan professional, untuk menjadikan guru yang cerdas dan professional diperlukan calon mahasiswa yang berkualitas baik. LPTK mencakup didalamnya IKIP, STKIP, FKIP dimana tujuan dari LPTK guna mempersiapkan calon tenaga kependidikan yang kelak mampu menjelaskan tugas selaku pendidik yang profesional dan mendapatkan tenaga kependidikan yang bermutu mencakup dalam segala aspek pendidikan di Indonesia.
    LPTK bertujuan untuk menghasilkan tenaga kependidikan lain yang menunjang berfungsinya sistem pendidikan, seperti petugas administrasi pendidikan, petugas bimbingan dan konseling, pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, petugas pendidikan luar sekolah, dan lain-lain sesuai dengan ketentuan sistem. Menghasilkan tenaga ahli pendidik dalam membagi bidang studi, yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik bagi lembaga pendidikan pemerintah maupun swasta.
    Harapan dalam mengahadapi MEA, LPTK mampu mewujudkan mimpi menjadikan pasar tunggal (single market) dan basis produksi untuk bersaing di pasar global sesuai komitmen para deklarator ASEAN. Sinergi antara negara-negara anggota ASEAN dengan memberikan akses yang lebih luas bagi masing-masing perserta dinilai akan memperkuat basis ekonomi guna menghadapi persaingan global yang semakin terbuka.
    “Jumlah LPTK ada sebanyak 415 LPTK yang terdiri dari 376 LPTK swasta, 26 FKIP negeri, satu FKIP Universitas Terbuka, dan 12  IKIP negeri. Saat ini jumlah LPTK di Indonesia tercatat 429 lembaga, jumlah mahasiswa 1.440.000, jumlah alumni 300.000 orang per tahun sedangkan jumlah kebutuhan guru 40.000 per tahun (Joko Prayitno,pemaparan, 2 Februari 2016).

          B.     Peran LPTK dalam mencetak tenaga pendidik.
     Pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh Warga Negara Indonesia. Untuk itu pemerintah telah mencanangkan Wajib Belajar 9 Tahun, hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3. Sebagai wujud untuk menciptakan generasi muda yang sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Menurut Wijaya, dkk (1992) peran LPTK antara lain: 1) meningkatkan SDM yang tersedia; 2) memiiki kemampuan dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; 3) mempersiapkan calon tenaga kependidikan agar mampu bertidak selaku tenaga kependidikan yang baik dan professional; 4) membina calon tenaga kependidikan maupun guru yang sudah bertugas di sekolah untuk meningkatkan kompetensi yang sudah dimiliki, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan disekolah; 5) menyiapkan calon tenaga kependidikan maupun guru yang sesuai dengan bidang studinya, sehingga mampu menguasai materi dengan.
    Melihat fakta yang terjadi terutama dalam segi “pendidikan” belum tertata dengan baik. Persiapan sumber daya menghadapi pasar bebas, dunia pendidikan kini lebih mengutamakanbongkar pasang kurikulum.Kurikulum seperti apapun atau sebaik apapun apabila tidak diimbangi dengan adanya guru yang profesional maka kurikulum tersebut hanyalah sebuah peraturan pendidikan yang tidak dapat berjalan sesuai keinginan pemerintah. Kaitannya dengan hal tersebutperan gurulah yang menjadi fokus utama dalam masalah pendidikan di Indonesia yang harus diperbaiki.
    Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 mencatat, tingkat pendidikan Indonesia masih didominasi pendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 8,47%, lulusan SD sebesar 21,38%, tenaga lulusan SMP 21,59%, lulusan SMA/SMK sebesar 45,16%, diploma dan sarjana masing-masing 20,89% dan 17,34%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penduduk di atas 15 tahun yang bekerja berdasarkan tingkat pendidikan secara berurutan adalah: SD 46,8%, SMP 17,82%, SMA/SMK 25,23% dan pendidikan tinggi 10,14%. Data tersebut, lulusan pendidikan dasar lebih mendominasi, oleh karena itu pendidikan Indonesia harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan mampu bersaing menyongsong pasar bebas ASEAN / Masyarakat Ekonomi ASEAN.
    Menyongsong MEA 2016, LPTK dalam produk guru juga menggalakkan kurikulum guru masa depan yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Calon tenaga kependidikan atau peran guru tidak hanya bisa mampu bersaing di negeri sendiri tapi di negara-negara ASEAN.

        C.     Permasalahan dan solusi LPTK dalam peningkatan calon tenaga pendidik serta peran pemerintah untuk mengoptimalkan pendidikan dalam Era MEA
    1)      Permasalahan LPTK di Indonesia:
    a)      Rendahnya efektifitas pendidikan,
    b)      Standarisasi pendidikan yang kurang tepat,
    c)      Pelaksanaan kurikulum yang kurang tepat.
    d)     Kesempatan pendidikan yang tidak merata.

    2)      Solusi LPTK di Indonesia:
    a)      Solusi untuk meningkatkan rendahnya efektifitas pendidikan adalah dengan melakukan inovasi pembelajaran dalam membina manusia Indonesia seutuhnya, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang terkait dengan pendidikan
    b)      Kualitas pendidikan diukur oleh standar kompetensi didalam berbagai versi, sehingga dibentuk badan-badan baru untuk melaksanakan standarisasi dan kompetensi seperti Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Penentu kelulusan mengikutsertakan semua nilai yang telah dicapai siswa. Solusi alternatifnya yaitu dengan menerapkan pendidikan berkarakter.
    c)      Solusinya dapat dilakukan dengan mempersiapkan kurikulum Pendidikan Ekonomi yang berbasis KKNI namun tetap menunjukkan sisi ekonomi kerakyatan.
    d)     Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya  kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan. Sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.
    e)      LPTK berupaya memberkali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan agar kelak menjadi lulusan atau calon guru yang profesional.

    3)   Peran pemerintah untuk mengoptimalkan pendidikan dalam Era MEA
    a)        Pemerintah harus mampu menyiapkan sekolah-sekolah khusus yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan kerja, misalnya sekolah pertanian, sekolah peternakan, sekolah perikanan, sekolah teknik mesin, sekolah teknik bangunan, dan sebagainya. Sekolah-sekolah tersebut harus benar-benar mampu membekali kompetensi untuk berinovasi dan untuk membangun jaringan/ networking . Kompetensi berinovasi dapat dilakukan dengan peningkatan berbagai ketrampilan yang ada. Ketrampilan ini bisa diupayakan dengan cepat karena siswa akan diajarkan bagaimana cara bekerja yang kreatif dan inovatif.

    b)      peningkatan peran pemerintah dalam menyelesaikan masalah pendidikan, yaitu dengan mengalokasikan anggaran pendidikan yang memadai disertai dengan pengawasan pelaksanaan anggaran, agar dapat benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Seperti program pembangunan infrastruktur sekolah yang merata, menyusun kurikulum yang lebih representatif agar dapat menggali potensi siswa ( tidak sekedar hardskill, namun juga softskill ). Pemerintah juga harus lebih memperhatikan kualitas, distribusi serta kesejahteraan guru di Indonesia, karena guru merupakan salah satu tonggak untuk mendukung jalannya pendidikan, dan sangat berperan penting dalam menciptakan siswa yang cerdas, terampil, bermoral dan berpengetahuan luas.






    BAB III
    PENUTUP

          A.    KESIMPULAN
    Pendidikan sangat membantu kemajuan perkembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, untuk mencapai kesuksesan di era pasar bebas ASEAN Memajukan pendidikan di Indonesia tidak hanya dengan merubah kurikulum dan melengkapi sarana dan prasarana saja, melainkan juga memperhatikan pembangunan SDM yang akan mengemban pendidikan tersebut.
    Persaingan global era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016, kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu negara sangat menentukan posisi mereka untuk memenangkan persaingan. Salah satu unsur yang memegang peranan penting mencetak SDM berkualitas adalah para guru. Tidak hanya pemerintah saja tetapi peran masyarakat Indonesia sendiri juga sangat membantu mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia yang mampu bersaing secara global, dengan demikian Indonesia dapat diyakini mampu dan siap menghadapi segala sesuatu yang timbul dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016.













    DAFTAR PUSTAKA

    Djohar. 2003. Pendidikan Strategik Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta
    Dani, Sudarwan.  2010. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia
    Wijaya, cece dan Rusyan, Tabrani. 1992. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosda Karya
    Wahyudi, imam. 2012. Pengembangan Pendidikan Strategi Inovaif dan Kreatif Dalam Mengelola Pendidikan Secara Komprehensif. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya

    LPTK Menyongsong MEA " Peningkatan Kualitas Guru"

  • - Copyright © Coretan Kecil - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -